Kamis, 05 April 2012

Akulturasi Kebudayaan yang terdapat di Indonesia

AKULTURASI KEBUDAYAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

Akuturasi adalah perpaduan antara kebudayaan yang berbeda yang berlangsung dengan damai dan serasi. Contohnya, perpaduan kebudayaan antara Hindu-Budha dengan kebudayaan Indonesia, dimana perpaduan antara dua kebudayaan itu tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut.
Oleh karena itu, kebudayaan Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja. Hal ini disebabkan:

Masyarakat Indonesia telah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi, sehingga masuknya kebudayaan asing ke Indonesia menambah perbendaharaan kebudayaan Indonesia.
Kecakapan istimewa. Bangsa Indonesia memiliki apa yang disebut dengan istilah local genius, yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan mengolah unsur-unsur tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Seni Bangunan
Dasar bangunan candi itu merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak. Punden berundak-undak ini mendapat pengaruh Hindu-Budha, sehingga menjadi wujud sebuah candi, seperti Candi Borobudur.

Seni rupa/Seni lukis
Unsur seni rupa dan seni lukis India telah masuk ke Indonesia.hal ini terbukti dengan ditemukannya patung Budha berlanggam Gandara di kota Bangun, Kutai. Juga patung Budha berlanggam Amarawati ditemukan di Sikendeng (Sulawesi Selatan). Pada Candi Borobudur tampak adanya seni rupa India, dengan ditemukannya relief-relief ceritera Sang Budha Gautama. Relief pada Candi Borobudur pada umumnya lebih menunjukan suasana alam Indonesia, terlihat dengan adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung merpati. Di samping itu, juga terdapat hiasan perahu bercadik. Lukisan-lukisan tersebut merupakan lukisan asli Indonesia, karena tidak pernah ditemukan pada candi-candi yang terdapat di India. Juga relief pada Candi Prambanan yang memuat cerita Ramayana.

Seni sastra
Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia, seperti yang ditemukan di Kalimantan Timur, Sriwijaya, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Prasasti itu ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.

Kalender
Diadopsinya sistem kalender atau penanggalan India di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun Saka di Indonesia. Di samping itu, juga ditemukan Candra Sangkala atau konogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Candra Sangkala adala angka huruf berupa susunan kalimat atau gambar kata. Contoh tahun Candra Sangkala adalah “Sirna Ilang Kertaning Bumi” sama dengan 1400 (tahun saka) dan sama dengan 1478 Masehi.

Kepercayaan dan Filsafat
Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha tidak meninggalkan kepercayaan asli bangsa Indonesia, terutama terlihat dari segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan terhadap dewa-dewa alam.

Pemerintahan
Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha, tata pemerintahan disesuaikan dengan sistem kepala pemerintahan yang berkembang di India. Seorang kepala pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku, melainkan seorang raja, yang memerintah wilayah kerajaannya secara turun temurun.

Desakan Budaya

Desakan suatu budaya pada budaya lain disebut dominasi. Contohnya masyarakat Betawi, Aborigin dan Irian.


PROSES ALKUTURASI ISLAM DI INDONESIA

proses masuknya islam ke indonesia
Persia: Teori yang banyak berdasarkan Tradisi Syiah (Irak-Iran).
Teori China: Pedagang China (Prof. SlametMulyana).
Gujarat: Dibawa oleh para pedagang dariGujarat (Snouck Hurgronje).
Arab: Dibawa oleh para pedagang Arab langsung dari Jazirah Arab pada abad 7(VanLeur)

Dalam penyebaran Islam di Dunia Islam menyebar ke seluruh Dunia.
Penyebaran Islam di dunia dapat dibedakan menjadi 2:-
Islam Barat
( Islam yang menyebar diSpanyol, Afrika Utara, Mesir, Libya).-
Islam Timur
(Islam yang menyebar diIrak, Iran, Asia Tengah, India, China, Asia Tenggara).
Islam Dalam perkembangan selanjutnya
kampung-kampung muslim berkembang menjadi kota dagang yang sibuk.Ini yang mendorong munculnya Kerajaan Islam di Nusantara
Dalam proses penyebaran Islam selanjutnya saluran penyebaran yang banyak digunakan:
Perdagangan
Perkawinan
Penguasa
Mubalig
Pendidikan
Kesenian
Tasawuf
Sebelum Islam masuk, Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha.
Ketika Islam masuk, Indonesia mengalami akulturasi untuk kedua kalinya.Contoh akulturasi Islam dengan budaya lokal(Hindu-Budha).
Seni Rupa
Aksara dan Seni Sastra
Sistem Pemerintahan
Sistem Kalender

Seni Bangunan/Arsitektur
Sebagai Contoh salah satu bentuk akulturasi yang bisa kita temui dalam saluran Kesenian,Sistem Pemerintahan, Sistem Penanggalan,dan Teknologi.
Tradisi Islam tidak menggambarkan bentukmanusia atau hewan.
Seni ukir reliefberupasuluran tumbuh-tumbuhan namun terjadipula Sinkretisme.
Sinkretisme adalahperpaduan 2 jenis senilogam.
Bahasa dan huruf Arab.

Seni-seni sastra berikut
Hikayat : dongeng yang berpangkal dari peristiwaatau tokoh sejarah
Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton
Suluk adalah kitab yang membentangkan soal-soal tasawwuf
Primbon adalah hasil sastra yang berisi ramalan-ramalan, keajaiban dan penentuan haribaik/buruk.

Sistem Pemerintahan
Kerajaan-kerajaan Hindu Budha digantikankerajaan-kerajaan Islam.
Rajanya bergelar Sultan atau Sunan sepertihalnya para wali
Jika rajanya meninggal tidak lagi dicandikantetapi dimakamkan secara Islam.

Sistem Kalender
Munculnya kalender Jawa yang dibuat SultanAgung menggantikan kalender Saka.

Proses Berkembangnya IslamDi Indonesia
Terutama mempengaruhi bangunan masjid,makam, istana.
Masjid-masjid memiliki ciri-ciri khusus, antara lain:
Atapnya berbentuk tumpang
Tidak dilengkapi dengan menara
Bedug dan kentongan yang merupakan budaya asli Indonesia.
Letak masjid biasanya dekat dengan istana
Beberapa jenis masjid di Indonesia :
masjid jami
masjid madrasah
masjid makam
masjid tentara dan madrasah.
Bangunan-bangunan lain yang muncul :istana- istana/kraton, bangunan benteng penahanan, dan makam-makam.
Rumah Gadang
Gaya seni bina, pembinaan, hiasan bahagian dalam dan luar, dan fungsi rumah mencerminkan kebudayaan dan nilai Minangkabau.
Rumah Banjar
Mulai sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935.Bangunan Rumah Adat Banjar diperkirakan telah ada sejak abad ke-16, yaitu ketika daerah Banjar dibawah kekuasaan Pangeran Samudera yang kemudian memeluk agama Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar